Hasan Basri, tokoh pendidikan dan dakwah kelahiran Muara Teweh pada 10 Agustus 1920, tumbuh dalam lingkungan religius sejak kecil. Bakat orasinya mulai terlihat sejak usia lima tahun, dan semakin berkembang ketika ia bersekolah di Muhammadiyah. Setelah menyelesaikan pendidikan guru di Yogyakarta, ia kembali ke Kalimantan untuk mendirikan sekolah dan terlibat aktif dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk mendirikan organisasi Serikat Muslim Indonesia (Sermi) dan BASMI. Peran politiknya berlanjut saat menjadi anggota parlemen RIS pada 1950.
Di masa kemerdekaan, Hasan Basri dikenal luas sebagai pendakwah yang aktif di berbagai forum internasional, termasuk Muktamar di Mekkah dan KTT OKI di Maroko. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan Imam Agung Masjid Al-Azhar. Hasan Basri wafat di Jakarta pada 8 November 1998, meninggalkan warisan nilai dan perjuangan yang diteruskan oleh anak cucunya.
Simak kisah lengkap Hasan Basri pada artikel biografi yang sudah kami tulis dengan judul “Hasan Basri: Ulama dan Cendikiawan Islam Dari Kalimantan“.
Table of Contents
ToggleBiodata Hasan Basri
| Nama Lengkap | K.H. Hasan Basri |
| Nama Kecil | Hasan Basri |
| Nama Lain | |
| Lahir | Moeara Teweh, Afdeeling Doesoenlandeen, Zuider en Oosterafdeeling van Borneo, Hindia Belanda, 10 Agustus 1920 |
| Wafat | Jakarta, Indonesia, 8 Oktober 1998 (umur 78) |
| Makam | Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan |
| Agama | Islam |
| Suku | Banjar |
| Bangsa | Indonesia |
| Pekerjaan | Ulama Politikus |
| Partai Politik | Masyumi |
| Ayah | Muhammad Darun |
| Ibu | Siti Fatmah |
| Istri | Hj. Nurhani |
| Anak | Hasni Hasan Basri Husni Hasan Basri Kartini Fahmi Idris Djeni Husaini Hasan Basri |
| Saudara | Haji Thamrin Husni Rasyid |
| Menantu | Fahmi Idris |
| Cucu | Fahira Idris Fahrina Fahmi Idris |
Riwayat Pendidikan Hasan Basri
| Pendidikan | Tempat | Tahun |
|---|---|---|
| Diniyah Awaliyah Islamiyah (DAI) | Diniyah Awaliyah Islamiyah (DAI) Muara Teweh | 1928 - 1935 |
| Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah | Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Banjarmasin | 1935 - 1938 |
| Sekolah Zu'ama Muhammadiyah | Sekolah Zu'ama Muhammadiyah Yogyakarta | 1938 - 1941 |
Karir Hasan Basri
| Organisasi/Lembaga | Jabatan | Tahun Menjabat |
|---|---|---|
| Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah, Marabahan, Kalimantan Selatan | Pendiri | 1941 - 1944 |
| Persatuan Guru Agama Islam, Kalimantan Selatan | Pendiri | |
| Serikat Muslim Indonesia (SERMI) Kalimantan Selatan | Pendiri dan Ketua I | 1945 |
| Barisan Serikat Muslim Indonesia (BASMI) | Ketua Umum | |
| Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR-RIS) | Anggota | 17 Februari 1950 - 16 Agustus 1950 |
| Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) Republik Indonesia | Anggota | 16 Agustus 1950 - 1956 |
| Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia | Anggota | 1956 - 1959 |
| Majelis Ulama Indonesia | Ketua Umum | 1984 - 1990 |
| Bank Muamalat Indonesia | Pendiri | |
| Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) | Anggota | 1993 - 1998 |
| Dewan Pertimbangan Agung | Anggota | 1993 - 1998 |
| Yayasan Perguruan Islam Al-Azhar | Ketua dan Imam Agung | |
| Yayasan Perjalanan Haji Indonesia | Ketua | |
| Dewan Film Nasional | Anggota |
Penghargaan
| Penghargaan | Tahun | Keterangan |
|---|---|---|
| Jembatan K.H. Hasan Basri | 1992 | Namanya diabadikan menjadi nama Jembatan di Muara Taweh |
Penghargaan Bintang
Kami berusaha untuk memberikan data yang akurat, jika kamu menemukan ada informasi yang keliru dan kurang tepat serta ingin menambahkan data dari tokoh ini disini silahkan hubungi kami melalui kolom Contact Us atau Komentar di bawah ini.
Kami sangat berterimakasih atas setiap masukan yang kamu berikan, karena itu akan meningkatkan kualitas data yang kami berikan ini. Terima kasih atas dukungan dan kerjasama nya.
Salam dari Arsip Manusia






