
Pierre Tendean, Pahlawan Revolusi, tewas dalam G30S/PKI. Dikenang melalui gelar, monumen, dan penghargaan atas jasa dan pengorbanannya untuk Indonesia.

MT Haryono, Pahlawan Revolusi, berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan dan diplomasi Indonesia, gugur dalam peristiwa G30S/PKI, meninggalkan warisan kepahlawanan.

Mohammad Husni Thamrin: Pejuang kemerdekaan, anggota Volksraad, pendiri GAPI, dituduh kolaborasi Jepang, wafat 1941, diakui Pahlawan Nasional oleh Soekarno.

Ali Sadikin, gubernur legendaris Jakarta, lahir di Sumedang (1927). Dari KKO AL, ia memimpin Jakarta (1966-1977), ciptakan banyak landmark, terdepan dalam seni budaya, dan dikenang sebagai pemimpin visioner.

Konfrontasi Indonesia-Malaysia (1963-1966) dipicu oleh pembentukan Federasi Malaysia, berakhir dengan perdamaian pada 1966 setelah peran Jenderal Soeharto meredakan konflik.

Pemberontakan PKI Madiun 1948: Konflik politik besar dipimpin Musso dan Amir Sjarifuddin, berdampak signifikan pada politik, sosial, dan ekonomi Indonesia.

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah presiden ke-4 Indonesia, ulama, dan pejuang pluralisme yang memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia.

Maraden Panggabean: dari prajurit PETA hingga Panglima ABRI, pejuang kemerdekaan, pemimpin militer, dan politisi yang berkontribusi besar bagi Indonesia.

Soeharto, Presiden RI kedua (1968-1998), dikenal sebagai "Bapak Pembangunan." Karier militernya cemerlang, tetapi kepemimpinannya diwarnai kontroversi dan krisis.

BJ Habibie, Bapak Teknologi Indonesia, dikenal karena inovasi di bidang penerbangan dan reformasi demokrasi saat menjadi presiden. Ia meninggal pada 11 September 2019.
Jenderal Abdul Haris Nasution, lahir pada 3 Desember 1918, adalah sosok kunci dalam sejarah Indonesia yang memberikan kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan negara.