Want to Partnership with me? Book A Call

Popular Posts

  • All Post
  • Biografi
  • Lembaga
  • Penghargaan
  • Peristiwa
    •   Back
    • Pemimpin
    • Agama
    • Seniman
    • Pahlawan
    • Politik
    • Militer
    • Islam
    • Kristen
    • Katolik
    • Budha
    • Pencipta Lagu
    • Musisi
    • Penyanyi
    • Komedian
    • Aktor
    •   Back
    • Pencipta Lagu
    • Musisi
    • Penyanyi
    • Komedian
    • Aktor
    •   Back
    • Bintang
    • Satyalancana
    • Lencana Internasional
    •   Back
    • Islam
    • Kristen
    • Katolik
    • Budha
    •   Back
    • Kabinet
    •   Back
    • Pahlawan
    • Politik
    • Militer
    •   Back
    • Perang
    • Pemberontakan

Categories

Edit Template

Kabinet Ali Sastroamidjojo I Program Kerja dan Akhir Kabinet

Kabinet Ali Sastroamidjojo I, yang dipimpin oleh perdana menteri Ali Sastroamidjojo dan dibantu oleh Wongsonegoro, terbentuk setelah Kabinet Wilopo mengundurkan diri pada 3 Juni 1953 karena menghadapi beberapa masalah. 

Pergantian kabinet sering terjadi saat Indonesia menerapkan sistem demokrasi liberal atau parlementer karena adanya persaingan antargolongan dalam sistem multipartai. 

Akibatnya, kebanyakan kabinet hanya bertahan sebentar. Namun, tidak semua kabinet memiliki masa jabatan yang pendek. Salah satunya adalah Kabinet Ali Sastroamidjojo I, yang berhasil memimpin selama lebih dari dua tahun, dari Juli 1953 hingga Agustus 1956. Masa pemerintahan kabinet ini merupakan yang kedua terpanjang setelah Kabinet Djuanda.

Kabinet ini berhasil memperoleh dukungan dari berbagai partai, termasuk Nahdlatul Ulama (NU), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Partai Indonesia Raya (PIR). Semua partai pendukung Kabinet Ali Sastroamidjojo I memiliki minimal satu wakil yang menduduki posisi penting secara struktural.

Berikut adalah daftar partai pendukung Kabinet Ali Sastroamidjojo I:

  • Partai Nasional Indonesia
  • Persatuan Indonesia Raya
  • Nahdlatul Ulama
  • Partai Rakyat Nasional
  • Sarikat Kerakyatan Indonesia
  • Partai Syarikat Islam Indonesia
  • Partai Buruh
  • Barisan Tani Indonesia
  • Partai Sosialis Indonesia
  • Persatuan Tarbiyah Islamiyah

Susunan Kabinet Ali Sastroamidjojo I

JabatanFotoPejabatWaktu MenjabatPartai
PresidenSoekarnoIr. Soekarno18 Agustus 1945 – 12 Maret 1967PNI
Wakil PresidenMohammad Hatta 500Mohammad Hatta18 Agustus 1945 – 1 Desember 1956Non Partai
Perdana MenteriAli Sastroamidjojo 500Ali Sastroamidjojo1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
PNI
Wakil Perdana Menteri IWongsonegoro1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
Persatuan Indonesia Raya
Wakil Perdana Menteri IIZainul Arifin Pohan1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
Nahdlatul Ulama
Menteri Luar NegeriSunario Sastrowardoyo1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
PNI
Menteri Dalam NegeriHazairin1 Agustus 1953 – 23 Oktober 1954 Persatuan Indonesia Raya
Menteri Dalam Negeri (ad interim)Zainul Arifin Pohan23 Oktober 1954 – 19 November 1954Nahdlatul Ulama
Menteri Dalam NegeriR. Sunarjo19 November 1954 – 24 Juli 1955Nahdlatul Ulama
Menteri PerekonomianIskak Tjokroadisurjo1 Agustus 1953 – 8 November 1954 PNI
Roosseno Soerjohadikoesoemo8 November 1954 – 24 Juli 1955 Persatuan Indonesia Raya
Menteri KeuanganOng Eng Die1 Agustus 1953 – 24 Juli 1955 PNI
Menteri PertahananIwa Kusumasumantri 500Iwa Kusumasumantri1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
PNI
Menteri KehakimanDjody Gondokusumo1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
Partai Rakyat Nasional (Indonesia) PRN
Menteri PeneranganFerdinand Lumban TobingFerdinand Lumban Tobing1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
Serikat Kerakyatan Indonesia
Menteri PerhubunganAbikusno Tjokrosujoso1 Agustus 1953 – 14 September 1953Partai Sarekat Islam indonesia
Menteri PertanianEny Karim1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
PNI
Menteri PerhubunganSuchjar Tedjasukmana1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
Masyumi
Menteri Perhubungan (ad interim)Roosseno Soerjohadikoesoemo29 September 1953 – 23 Oktober 1954 Partai Indonesia Raya (Parindra)
Menteri Perhubungan (ad interim)Ali Sastroamidjojo 500Ali Sastroamidjojo23 Oktober 1954 – 19 November 1954 PNI
Menteri PerhubunganAK GaniAdenan Kapau Gani19 November 1954 – 24 Juli 1955Non Partai
Menteri Pekerjaan Umum dan TenagaRoosseno Soerjohadikoesoemo1 Agustus 1953 – 12 Oktober 1953 Partai Indonesia Raya (Parindra)
Mohammad Hasan12 Oktober 1953 – 24 Juli 1955 Non Partai
Menteri Pendidikan, Pengajaran dan KebudayaanMOHAMMAD YAMINMohammad Yamin1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
Non Partai
Menteri PerburuhanSutan Muchtar Abidin1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
Partai Buruh Indonesia (1955)
Menteri PertanianSadjarwo Djarwonagoro
1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
Barisan Tani Indonesia (BTI)
Menteri AgamaMasjkur1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
PNI
Menteri Kesehatan (ad interim)Ferdinand Lumban TobingFerdinand Lumban Tobing1 Agustus 1953 – 12 Oktober 1953Serikat Kerakyatan Indonesia
Menteri KesehatanLie Kiat Teng12 Oktober 1953 – 24 Juli 1955Partai Sosialis Indonesia (PSI)
Menteri SosialPandji Suroso1 Agustus 1953 –
24 Juli 1955
Partai Indonesia Raya (Parindra)
Menteri Urusan Kesejahteraan NegaraSoedibjo1 Agustus 1953 – 14 September 1953Partai Sarekat Islam indonesia
Menteri Urusan Kesejahteraan Negara (ad interim)Wongsonegoro29 September 1953 – 23 Oktober 1954Partai Indonesia Raya (Parindra)
Menteri Urusan Kesejahteraan NegaraSirajuddin Abbbas23 Oktober 1954 – 24 Juli 1955Partai Islam Pergerakan Tarbiyah Islamiyah
Menteri Urusan AgrariaMohammad Hanafiah1 Agustus 1953 – 19 November 1954Nahdlatul Ulama
I Gusti Gde Rake19 November 1954 – 24 Juli 1955Partai Rakyat Nasional (Indonesia) PRN

Program Kerja Kabinet Ali Sastroamidjojo I

Bidang Keamanan

Mengembangkan kembali struktur politik untuk mengembalikan rasa aman dan ketentraman, sehingga memungkinkan pengambilan tindakan yang kuat dan memotivasi partisipasi aktif masyarakat.

Hubungan Antar Alat Kekuasaan Negara

Meningkatkan hubungan antara berbagai lembaga kekuasaan Negara.

Pemilihan Umum

Melaksanakan pemilihan umum dengan segera untuk memilih anggota dewan konstituante dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Kemakmuran dan Keuangan

  1. Menitikberatkan pada kebijakan pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat umum.
  2. Memperbarui hukum agraria agar sesuai dengan kebutuhan petani dan warga kota.
  3. Mempercepat upaya penempatan bekas pejuang dan pengangguran dalam proyek pembangunan.
  4. Meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan dana negara.

Organisasi Negara

  1. Mengembangkan kebijakan desentralisasi dengan menyempurnakan perundang-undangan dan mendukung pembentukan daerah otonomi hingga tingkat terendah.
  2. Merancang struktur pemerintahan yang efisien dan pembagian sumber daya yang rasional, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan pegawai.
  3. Melawan korupsi di dalam birokrasi.

Perburuhan

Menyusun perundang-undangan perburuhan untuk mencapai tingkat ketenagakerjaan yang optimal.

Perundang-undangan

Mempercepat pembentukan perundang-undangan nasional, khususnya dalam bidang keamanan, kemakmuran, keuangan, dan kewarganegaraan.

Politik Luar Negeri

  1. Melaksanakan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, dengan tujuan mewujudkan perdamaian dunia.
  2. Menata hubungan antara Indonesia dan Belanda berdasarkan perjanjian internasional, mempercepat peninjauan kembali persetujuan Konferensi Meja Bundar, dan mencabut perjanjian yang merugikan rakyat dan negara.
  3. Berjuang dan berusaha mengembalikan integrasi Irian Barat ke dalam wilayah Republik Indonesia dengan secepat mungkin.

Kebijaksanaan Pemerintah

Mencari penyelesaian bagi perselisihan politik yang tidak dapat diatasi di dalam kabinet dengan mengajukan keputusannya kepada parlemen.

Prestasi Kabinet Ali Sastroamidjojo I

Selama masa pemerintahan Kabinet Ali Sastroamidjojo I, terdapat beberapa prestasi yang berhasil dicapai. Berikut adalah tiga keberhasilan yang dapat diidentifikasi:

Penyelesaian persiapan pemilu 1955

Kabinet Ali Sastroamidjojo I berhasil merampungkan persiapan untuk pemilihan umum (pemilu). Melalui pelaksanaan program kerja yang berjalan dengan baik, pemilu pertama direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 29 September 1955.

Peningkatan hubungan dengan Cina

Selama pemerintahan Kabinet Ali Sastroamidjojo I, pemerintah Indonesia berhasil meningkatkan hubungan dengan Cina. Hubungan yang bersahabat tersebut berpengaruh pada kebijakan yang diambil oleh Kabinet Ali Sastroamidjojo I. 

Salah satunya adalah implementasi sistem ekonomi baru yang dikenal sebagai Ali-Baba oleh Menteri Perekonomian Iskaq Cokrohadisuryo. Sistem ekonomi ini melibatkan kerja sama antara pengusaha pribumi dan pengusaha Tionghoa.

Penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA)

Terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955 dianggap sebagai keberhasilan utama Kabinet Ali Sastroamidjojo I, terutama dalam bidang politik luar negeri. Konferensi ini memiliki arti penting bagi negara-negara di kawasan Asia-Afrika. 

Selain itu, Konferensi ini memicu peristiwa penting lainnya, seperti upaya Australia dan Amerika untuk mengakhiri kebijakan apartheid di negara mereka, serta mendapatkan dukungan diplomasi dari negara-negara Asia-Afrika untuk usaha menyatukan Irian Barat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Akhir Kabinet Ali Sastroamidjojo I

Kabinet Ali Sastroamidjojo 1 hanya bertahan selama dua tahun. Meskipun mencapai prestasi gemilang, Ali akhirnya harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden Soekarno karena Mosi Tidak Percaya dari Masyumi.

Beberapa masalah menyebabkan kejatuhan Kabinet Ali Sastroamidjojo I.

Pertama, terjadi konflik antara PNI dan NU. Konflik ini membuat NU menarik dukungannya dan menterinya dari kabinet.

Kedua, pemberontakan DI/TII di Jawa Barat di bawah pimpinan Kartosuwirjo mempengaruhi kabinet. Pemberontakan ini meluas hingga ke Aceh, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah, menyampaikan berbagai masalah.

Ketiga, konflik internal antara kabinet dan TNI-AD. Partai dianggap melakukan intervensi politik terhadap Angkatan Darat setelah peristiwa 17 Oktober 1952. Masalah ini bermula dari Kabinet Wilopo dan tidak dapat diatasi oleh Kabinet Ali Sastroamidjojo I.

Akibat permasalahan ini, Ali Sastroamidjojo mengembalikan mandat pada Presiden Soekarno pada 24 Juli 1955 dan digantikan oleh Kabinet Burhanudin Harahap.

Demikian penjelasan singkat tentang Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Ali Sastroamidjojo kemudian akan kembali memimpin kabinet sebagai perdana menteri setelah Kabinet Burhanudin Harahap dengan nama Kabinet Ali sastroamidjojo II.

Share Article:

arsipmanusia.com

Writer & Blogger

Considered an invitation do introduced sufficient understood instrument it. Of decisively friendship in as collecting at. No affixed be husband ye females brother garrets proceed. Least child who seven happy yet balls young. Discovery sweetness principle discourse shameless bed one excellent. Sentiments of surrounded friendship dispatched connection is he. Me or produce besides hastily up as pleased. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baru Terbit

  • All Post
  • Biografi
  • Lembaga
  • Penghargaan
  • Peristiwa
    •   Back
    • Pemimpin
    • Agama
    • Seniman
    • Pahlawan
    • Politik
    • Militer
    • Islam
    • Kristen
    • Katolik
    • Budha
    • Pencipta Lagu
    • Musisi
    • Penyanyi
    • Komedian
    • Aktor
    •   Back
    • Pencipta Lagu
    • Musisi
    • Penyanyi
    • Komedian
    • Aktor
    •   Back
    • Bintang
    • Satyalancana
    • Lencana Internasional
    •   Back
    • Islam
    • Kristen
    • Katolik
    • Budha
    •   Back
    • Kabinet
    •   Back
    • Pahlawan
    • Politik
    • Militer
    •   Back
    • Perang
    • Pemberontakan

Jenderal AH Nasution

Jenderal Abdul Haris Nasution, lahir pada 3 Desember 1918, adalah sosok kunci dalam sejarah Indonesia yang memberikan kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan negara.

Join the family!

Sign up for a Newsletter.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

About

Arsip Manusia

Arsip Manusia, blog biografi tokoh terkenal, dibuat Maret 2023. Kami membagikan cerita inspiratif dan menerima kontribusi tulisan dari penulis luar setelah seleksi ketat. Konten bebas politik, kebencian, dan rasisme; saat ini tanpa bayaran.

Team

Asset 2
Scroll to Top