Leo Soekoto merupakan imam Serikat Yesus (SJ) kemudian menjadi Uskup Agung Jakarta pada 1970 hingga 1995. Lahir pada 23 Oktober 1920 di Desa Jali, Prambanan, Yogyakarta, ia berasal dari keluarga sederhana dengan latar belakang ayah sebagai lurah desa.
Kariernya berkembang dari pengajar dan rektor seminari di Yogyakarta hingga menduduki posisi penting di Keuskupan Agung Jakarta sebagai sekretaris dan vikaris jenderal.
Leo Soekoto aktif dalam pembinaan rohani melalui dukungan terhadap gerakan Pembaruan Karismatik Katolik dan pengembangan pendidikan calon imam, termasuk peresmian Seminari Menengah Wacana Bhakti. Setelah pensiun pada November 1995, ia wafat pada 30 Desember 1995 di Semarang dan dimakamkan di Girisonta.
Baca biografi Leo Soekoto lebih lengkap pada artikel biografi yang telah kami tulis dengan judul "Leo Soekoto: Uskup Agung Jakarta".
Biodata Pribadi
| Nama Lengkap | Mgr. Leo Soekoto, S.J. |
| Nama Lahir | Leo Soekoto |
| Nama Lain | |
| Tempat, Lahir | Jali, Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Hindia Belanda, 23 Oktober 1920 |
| Tempat, Wafat | Rumah Sakit Santa Elisabeth, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 30 Desember 1995 (umur 75) |
| Sebab Wafat | Kanker sumsum tulang belakang |
| Makam | Kompleks Pemakaman Imam Serikat Yesus komunitas Santo Stanislaus Kotska, Girisonta, Desa Karangjati, Ungaran, Jawa Tengah |
| Agama | Katolik |
| Suku | Jawa |
| Bangsa | Indonesia |
| Jabatan | Uskup Agung Jakarta |
| Gereja | Gereja Katolik Roma |
| Tahbisan imam | 22 Agustus 1953 oleh Louis-Joseph Kerkhofs |
| Tahbisan uskup | 15 Agustus 1970 oleh Justinus Kardinal Darmojuwono |
| Semboyan | Scio cui credidi (Aku tahu kepada siapa aku percaya) |
| Lambang Uskup Leo Soekoto SJ | ![]() restorasi |
| Ayah | Wongsosentono |
| Ibu | Soeratinah |
Riwayat Pendidikan
| Pendidikan | Tempat | Tahun |
|---|---|---|
| HIS (Hollandsch-Inlandsche School) | HIS (Hollandsch-Inlandsche School), Yogyakarta | 1937 |
| Seminari Menengah | Seminari Menengah, Yogyakarta | 1943 |
| SMA Hidup Rohani | SMA Hidup Rohani, Ungaran | 1947 |
| Sekolah Filsafat | Sekolah Filsafat, Yogyakarta | 1950 |
| Sekolah Teologi | Sekolah Teologi, Belanda | 1954 |
| Hukum Gereja | Universitas Gregoriana Roma, Muenster, Jerman Barat | 1955 - 1958 |
| Spiritualitas / Kerohanian | Muenster, Jerman Barat | 1955 |
Organisasi & Karier
| Instansi/Tempat | Jabatan | Masa Jabatan |
|---|---|---|
| Serikat Jesus (SJ) | Pastor / Imam SJ | 22 Agustus 1953 |
| Seminari Tinggi Santo Paulus, Yogyakarta | Dosen Teologi Moral & Hukum Gereja | 1960 - 1962 |
| Seminari Tinggi Yogyakarta (kini Institut Filsafat-Teologi) | Rektor | 29 Juni 1962 - 1966 |
| Keuskupan Agung Jakarta | Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta | 15 November 1966 - 25 November 1967 |
| Keuskupan Agung Jakarta / Paroki Blok B Kebayoran Baru | Vikaris Jenderal & Pastor Paroki (merangkap) | 25 November 1967 - 1970 |
| Keuskupan Agung Jakarta | Uskup Agung Jakarta | 15 Agustus 1970 - 10 November 1995 |
| Majelis Agung Wali Gereja Indonesia (MAWI) | Sekretaris MAWI | 1970 |
| Keuskupan Bogor | Administrator Apostolik ad Nutum Sanctae Sedis | 17 Juli 1993 - 23 Oktober 1994 |
Daftar Penghargaan
| Penghargaan | Tahun | Keterangan |
|---|---|---|
| Monsinyur (Mgr.) | 15 Agustus 1970 | Mgr. Leo Soekoto ditahbiskan menjadi Uskup oleh Kardinal Justinus Darmojuwono. Sejak saat itulah ia secara resmi disapa dengan gelar Monsinyur (Mgr.). |
*Scroll ke samping untuk lebih lengkap
*Jika terdapat data yang tidak sesuai, bantu kami memperbaikinya dengan memberitahu kami di kolom komentar.







