Laksamana Muda Udara (Anumerta) Abdul Halim Perdanakusuma merupakan tokoh perintis berdirinya Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Meski mengawali kariernya sebagai pegawai pemerintah (Mantri Polisi), Perang Dunia II membawanya bergabung ke Angkatan Laut Hindia Belanda. Setelah Belanda jatuh ke tangan Jepang, ia dievakuasi ke India dan menjalin kedekatan dengan Laksamana Mountbatten. Karena itu ia mengikuti pendidikan penerbang di Royal Canadian Air Forces (RCAF). Selama bertugas di Eropa, ia mencatatkan 42 misi pengeboman ke wilayah Jerman dan mendapat julukan "The Black Mascot" karena skuadronnya selalu berhasil kembali ke pangkalan dengan selamat.
Pengalaman tempur dan keahlian udaranya sangat dibutuhkan oleh Kepala Staf AURI, Suryadi Suryadarma, untuk membangun angkatan udara Indonesia. Halim melatih para pemuda menjadi penerbang dan pasukan terjun payung hanya dengan menggunakan pesawat-pesawat tua rampasan Jepang. Ia juga menjadi dalang utama yang mengoordinasikan serangan udara balasan AURI terhadap basis pertahanan NICA saat Agresi Militer I tahun 1947. Kiprah luar biasa ini membawanya diangkat menjadi Wakil Kepala Staf AURI menggantikan Adi Sucipto yang gugur.
Pengabdian militernya harus berakhir secara tragis pada 14 Desember 1947. Saat tengah menjalankan tugas berat menembus blokade Belanda dari Thailand menuju Bukittinggi, pesawat Avro Anson RI 003 yang ia terbangkan bersama Iswahyudi jatuh di Tanjung Hantu, Malaysia, akibat cuaca buruk.
Simak kisah lengkap Abdul Halim Perdanakusuma pada artikel biografi yang sudah kami tulis dengan judul "Abdul Halim Perdanakusuma: Sang Perintis AURI".
Biodata Pribadi
| Nama Lengkap | Marsekal Madya TNI (Anumerta) Abdul Halim Perdanakusuma |
| Nama Kecil | Abdul Halim Perdanakusuma |
| Nama Lain | The Black Mascot |
| Tempat, Lahir | Sampang, Keresidenan Madura, Hindia Belanda, 18 November 1922 |
| Tempat, Wafat | Lumut, Perak, Uni Malaya, 14 Desember 1947 (umur 25) |
| Sebab Wafat | Gugur dalam kecelakaan pesawat Avro Anson RI-003 |
| Makam | Kampung Gunung Mesah, Perak, Malaysia (14 Desember 1947 - 10 November 1975) Makam Pahlawan Nasional Marthen Indey, Kampung Dosai, Sentani Barat |
| Agama | Islam |
| Bangsa | Indonesia |
| Pekerjaan | Tentara |
| Dinas Militer | ![]() TNI Angkatan Udara |
| Pangkat Militer | Laksama Muda Udara (Anumerta) |
| - | |
Riwayat Pendidikan
| Pendidikan | Tempat | Tahun |
|---|---|---|
| Hollandsch Inlandsche School (HIS) | Hollandsch Inlandsche School (HIS), Semarang | 1928 - 1935 |
| Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) | Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Surabaya | 1935 - 1938 |
| Middelbare Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren (MOSVIA) | Middelbare Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren (MOSVIA), Magelang | 1938 - 1940 (hanya sampai tingkat II) |
| Sekolah Calon Perwira Angkatan Laut (Milisi Koninklijke Marine) | Sekolah Calon Perwira Angkatan Laut (Milisi Koninklijke Marine), Surabaya | 1940 - 1942 |
| Pelatihan Navigasi | Royal Canadian Air Force (RCAF), Kanada | 1942 - 1943 |
| Pendidikan taktik dan penugasan perwira navigasi udara | Royal Air Force (RAF), Inggris | 1945 |
Karier
| Instansi/Tempat | Jabatan | Masa Jabatan |
|---|---|---|
| Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL), Surabaya dan Batavia | Staf Sipil / Penerangan | 1941 - 1942 |
| Kadet Milisi Angkatan Laut (Koninklijke Marine) | Perwira Muda Torpedo | 1940 - 1942 |
| Royal Canadian Air Force (RCAF) & Royal Air Force (RAF) | Wing Commander | 1942 - 1945 |
| Tentara Keamanan Rakyat Djawatan Penerbangan, Yogyakarta | Komodor Moeda Oedara | 1945 - 1946 |
| Markas Tertinggi AURI, Yogyakarta | Kepala / Perwira Operasi Udara | 1946 - 1947 |
| Sekolah Penerbangan Maguwo, Yogyakarta | Instruktur/Tenaga Pengajar Navigasi Udara | 1946 - 1947 |
| Markas Tertinggi AURI, Yogyakarta | Wakil II Kepala Staf | 1947 |
| Komandemen Tentara Sub-Sumatra (Penugasan Khusus) | Panglima/Komandan Cabang AURI Sumatra | 1947 |
Daftar Penghargaan
| Penghargaan | Tahun | Keterangan |
|---|---|---|
| Pahlawan Nasional Indonesia | 9 Agustus 1975 | Keputusan Presiden (Keppres) RI No. 063/TK/Tahun 1975 |
| Bandar Udara & Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma | 17 Agustus 1952 | Pangkalan udara militer tipe A (utama) ini dinamai berdasarkan nama beliau sejak 17 Agustus 1952 untuk menggantikan nama pangkalan udara peninggalan Belanda, Vliegveld Tjililitan Surat Penetapan Kasau nomor Kep/76/48/Pen.2/KS/1952 |
| Laksamana Muda Udara (Anumerta) | Kenaikan pangkat luar biasa | |
| KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) | Nama beliau diabadikan sebagai nama kapal perang jenis fregat kelas Ahmad Yani yang aktif digunakan TNI Angkatan Laut. | |
| Monumen Pesawat Avro Anson RI-003 | Pemerintah membangun monumen replika pesawat pengebom RI-003 yang beliau gunakan saat gugur, sebagai simbol perjuangan menembus blokade udara musuh. |
Daftar Penghargaan Bintang
*Scroll ke samping untuk lebih lengkap
*Jika terdapat data yang tidak sesuai, bantu kami memperbaikinya dengan memberitahu kami di kolom komentar.
Kami berusaha untuk memberikan data yang akurat, jika kamu menemukan ada informasi yang keliru dan kurang tepat serta ingin menambahkan data dari tokoh ini disini silahkan hubungi kami melalui kolom Contact Us atau Komentar di bawah ini.
Kami sangat berterimakasih atas setiap masukan yang kamu berikan, karena itu akan meningkatkan kualitas data yang kami berikan ini. Terima kasih atas dukungan dan kerjasama nya.
Salam dari Arsip Manusia.







