Want to Partnership with me? Book A Call

Popular Posts

  • All Post
  • Biografi
  • Lembaga
  • Penghargaan
  • Peristiwa
    •   Back
    • Pemimpin
    • Agama
    • Seniman
    • Pahlawan
    • Politik
    • Militer
    • Islam
    • Kristen
    • Katolik
    • Budha
    • Pencipta Lagu
    • Musisi
    • Penyanyi
    • Komedian
    • Aktor
    •   Back
    • Pencipta Lagu
    • Musisi
    • Penyanyi
    • Komedian
    • Aktor
    •   Back
    • Bintang
    • Satyalancana
    • Lencana Internasional
    •   Back
    • Islam
    • Kristen
    • Katolik
    • Budha
    •   Back
    • Kabinet
    •   Back
    • Pahlawan
    • Politik
    • Militer
    •   Back
    • Perang

Categories

Edit Template

Kabinet Pembangunan IV: Susunan Kabinet, Pembentukan dan Program Kerja

Kabinet Pembangunan IV adalah sebuah susunan kabinet yang terbentuk selama masa pemerintahan Presiden Soeharto, dengan Umar Wirahadikusumah sebagai Wakil Presiden. Kabinet ini berlangsung dari tanggal 19 Maret 1983 hingga 21 Maret 1988.

Kabinet Pembangunan IV dikenal dengan sejumlah kebijakan dan inisiatif yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik. Sebagai salah satu dari serangkaian kabinet Pembangunan yang didirikan pada masa Orde Baru, kabinet ini menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap pembangunan ekonomi, modernisasi infrastruktur, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kabinet ini juga dikenang karena reformasi ekonominya, termasuk upaya untuk membuka pasar Indonesia kepada investasi asing dan meningkatkan kerjasama ekonomi internasional. Kabinet ini menjalankan serangkaian kebijakan yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Program Kerja Kabinet Pembangunan IV

Dalam Panca Krida Kabinet Pembangunan IV, terdapat beberapa poin penting yang menjadi fokus utama pemerintahan pada masa tersebut:

  1. Meningkatnya Trilogi Pembangunan, yang didukung oleh ketahanan nasional yang semakin kokoh, menjadi landasan untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional.
  2. Pendayagunaan aparatur negara yang ditingkatkan, bertujuan untuk mencapai pemerintahan yang bersih dan berwibawa, meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan negara.
  3. Pemasyarakatan ideologi Pancasila, yang memperkuat demokrasi Pancasila dan Program P4 untuk memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa, menjadi agenda utama dalam membangun fondasi sosial dan politik yang kuat.
  4. Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif, bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di tingkat internasional, meningkatkan kerjasama dan diplomasi dengan negara-negara lain.
  5. Terlaksananya pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, dan rahasia pada tahun 1987, menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat demokrasi dan partisipasi politik rakyat.

Selama periode ini, diselenggarakan program Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989) dengan fokus pada sektor pertanian untuk mencapai swasembada pangan dan pengembangan industri yang mampu memproduksi mesin industri sendiri. 

Salah satu prestasi penting pada Pelita IV adalah pencapaian swasembada beras pada tahun 1984, dengan produksi beras mencapai 25,8 juta ton. Kesuksesan ini diakui oleh FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985, merupakan pencapaian besar bagi Indonesia. Selain itu, program KB dan pembangunan rumah bagi keluarga juga dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan manusia.

Susunan Kabinet Pembangunan IV

JabatanFotoPejabatWaktu MenjabatPartai
Presiden
PresidenSoeharto19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Wakil PresidenUmar Wirahadikusumah19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Koordinator
Menteri Koordinator Bidang Politik dan KeamananSurono Reksodimedjo19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan
Pembangunan
Ali Wardhana19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Koordinator Kesejahteraan RakyatAlamsyah Ratu Perwiranegara19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Departemen
Menteri Dalam NegeriSoepardjo Roestam19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Luar NegeriMochtar Kusumaatmadja19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Pertahanan KeamananPoniman19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri KehakimanAli Said19 Maret 1983 – 30 Mei 1984Golongan Karya
Menteri KehakimanIsmail Saleh30 Mei 1984 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri PeneranganHarmoko19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri KeuanganRadius Prawiro19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri PerdaganganRachmat Saleh19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri KoperasiBustanil Arifin19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri PertanianAchmad Affandi19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri KehutananSoedjarwo19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Non Partai
Menteri PerindustrianHartarto Sastrosoenarto19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Pertambangan dan EnergiSubroto19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Pekerjaan UmumSuyono Sosrodarsono19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Non Partai
Menteri PerhubunganRoesmin Noerjadin19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Pariwisata, Pos, dan TelekomunikasiAchmad Tahir19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Tenaga KerjaSudomo19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri TransmigrasiMartono19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Pendidikan dan KebudayaanNugroho Notosusanto19 Maret 1983 – 3 Juni 1985Golongan Karya
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(*ad-interim*)
J.B. Sumarlin3 Juni 1985 – 29 Juli 1985Non Partai
Menteri Pendidikan dan KebudayaanFuad Hassan30 Juli 1985 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri KesehatanSuwardjono Surjaningrat19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri AgamaMunawir Sjadzali19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri SosialNani Soedarsono19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Negara
Menteri Negara/Sekretaris NegaraSudharmono19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Ketua BAPPENASJ.B. Sumarlin19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Negara Riset dan Teknologi/Ketua BPPTBaharuddin Jusuf Habibie19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan HidupEmil Salim19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Negara Perumahan RakyatCosmas Batubara19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Negara Pemuda dan Olah RagaAbdul Gafur19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur NegaraSaleh Afiff19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Non Partai
Menteri Negara Peranan WanitaLasiyah Soetanto19 Maret 1983 – 2 November 1987Golongan Karya
Menteri Negara Peranan WanitaAnindyati Sulasikin Murpratomo2 November 1987 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Muda
Menteri Muda/Sekretaris KabinetMoerdiono19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam NegeriGinandjar Kartasasmita19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Non Partai
Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi PanganWardojo19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Tanaman KerasHasjrul Harahap19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Non Partai
Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Peternakan dan PerikananJ.H. Hutasoit19 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya
Setingkat Menteri
Panglima Angkatan Bersenjata Republik IndonesiaLeonardus Benyamin Moerdani23 Maret 1983 – 24 Februari 1988Golongan Karya
Panglima Angkatan Bersenjata Republik IndonesiaTry Sutrisno27 Februari 1988 – 19 Februari 1993Golongan Karya
Jaksa AgungIsmail Saleh18 Februari 1981 – 30 Mei 1984Golongan Karya
Jaksa AgungHari Suharto4 Juni 1984 – 19 Maret 1988Golongan Karya
Gubernur Bank IndonesiaArifin M Siregar23 Maret 1983 – 21 Maret 1988Golongan Karya

Share Article:

arsipmanusia.com

Writer & Blogger

Considered an invitation do introduced sufficient understood instrument it. Of decisively friendship in as collecting at. No affixed be husband ye females brother garrets proceed. Least child who seven happy yet balls young. Discovery sweetness principle discourse shameless bed one excellent. Sentiments of surrounded friendship dispatched connection is he. Me or produce besides hastily up as pleased. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baru Terbit

  • All Post
  • Biografi
  • Lembaga
  • Penghargaan
  • Peristiwa
    •   Back
    • Pemimpin
    • Agama
    • Seniman
    • Pahlawan
    • Politik
    • Militer
    • Islam
    • Kristen
    • Katolik
    • Budha
    • Pencipta Lagu
    • Musisi
    • Penyanyi
    • Komedian
    • Aktor
    •   Back
    • Pencipta Lagu
    • Musisi
    • Penyanyi
    • Komedian
    • Aktor
    •   Back
    • Bintang
    • Satyalancana
    • Lencana Internasional
    •   Back
    • Islam
    • Kristen
    • Katolik
    • Budha
    •   Back
    • Kabinet
    •   Back
    • Pahlawan
    • Politik
    • Militer
    •   Back
    • Perang

Jenderal AH Nasution

Jenderal Abdul Haris Nasution, lahir pada 3 Desember 1918, adalah sosok kunci dalam sejarah Indonesia yang memberikan kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan negara.

Join the family!

Sign up for a Newsletter.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

About

Arsip Manusia

Arsip Manusia, blog biografi tokoh terkenal, dibuat Maret 2023. Kami membagikan cerita inspiratif dan menerima kontribusi tulisan dari penulis luar setelah seleksi ketat. Konten bebas politik, kebencian, dan rasisme; saat ini tanpa bayaran.

Recent Post

Team

Scroll to Top